Home » Archive

Artikel di dalam kategori Dari Anggota

Dari Anggota »

[15 Aug 2006 | No Comment | ]

The Jakarta Post, 4 July 2006
by Yuli Tri Suwarni

Discovering an affordable and cleaner burning alternative energy source has long been the dream of industrial chemical engineer Robert Manurung.

Inspired by the difficulty of finding firewood in his hometown in North Sumatra, the 50-year-old native of North Tapanuli set out to find a cheaper energy source.

In the next six months, the Bandung Institute of Technology expert just might realize his dream. Oil produced by the castor-oil plant, known locally as pohon jarak (Jatropha curcas L), which Manurung has been studying for sometime, will on a trial basis replace diesel oil to generate electricity in East Nusa Tenggara.

His discovery, called Jatropha oil, was greeted with pessimism by several colleagues at the institute, some of whom said “it was nothing new”.

Organisasi, Panduan »

[2 Jul 2006 | No Comment | ]

Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat 3 bulan pertama setelah sampe di Groningen. Yang paling penting untuk dilakukan adalah mengurus Residence Permit di Gementee dan lapor diri ke KBRI (Tapi biasanya pihak KBRI datang ke Groningen untuk menyambut mahasiswa baru dan melayani proses lapor diri). Pengurusan Residence Permit biasanya dibantu sama pihak Universitas. Jadi kita tinggal datang aja ke Gementee dengan membawa dokumen2 yang diperlukan (untuk tau lebih lengkap tentang dokumen2 ini, bisa diliat di submenu pengurusan Residence Permit).

Hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah membuka bank account (bisa di ABN AMRO atau Rabobank). Lagi2 pihak universitas akan membantu dalam pengurusan aktivasi bank account ini dan dilakukan pada saat Introduction Day di Academy Gebouw. Biasanya untuk aktivasi account memakan waktu 2-3 minggu. Lama sih, jadi musti extra sabar. Setelah account aktif, maka kita bisa apply untuk Internet Banking (proses transfer dan pembayaran apapun bisa dilakukan dengan internet). KIta juga bisa meminta pihak Bank untuk mendebet sejumlah uang dari account kita secara otomatis setiap bulannya untuk membayar housing. Jadi kita ga repot2 bayar sewa housing setiap bulan.

Panduan »

[2 Jul 2006 | No Comment | ]

Sudah siap-siap berangkat ke Groningen? Bagasi jadi penting banget nih, jadi jangan lupakan tips ini ya:

1. Jika ingin dapat bagasi sampai 30 kg, jangan lupa bawa acceptance letter dari universitas di Belanda. Pastikan juga ekstra bagasi didapat waktu konfirmasi tiket dan bawa acceptance letter ini ke loket check-in di bandara. Pokoknya jangan sampai terkena excess baggage, karena mahalnya setengah mati. Mending dikirim lewat kargo aja kelebihan barangnya (Btw, ini mau kuliah atau pindah rumah sih hehe)

2. Barang yang bisa masuk kabin dibatasi hanya 10 kg, termasuk laptop. Juga jangan kelihatan berat dan besar, karena bakal dilarang sama pramugarinya. Aku pernah liat orang yang disuruh membawa keluar barang-barangnya gara-gara terlalu banyak yang dibawa masuk kabin.

3. Dan yang paling penting, mending membawa satu koper besar daripada bawa beberapa koper kecil, karena bakal susah membawanya. Lagian nanti mesti naik kereta dan bakal tergesa-gesa naik-turun-pindah kereta, kadang lari mengejar jadwal, jadi membawa koper banyak sangat tidak praktis .. dan bisa hilang!

Panduan »

[1 Jul 2006 | No Comment | ]

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat di Bandara Soekarno Hatta sebelum take off. Pertama, ada baiknya datang ke Bandara lebih awal (tidak ada ruginya toh). Dengan dateng lebih awal, kita bisa check in lebih awal juga. Pada saat pintu check in dibuka, kita bisa langsung check in (untuk ketentuan berat barang yang harus dibawa, bisa dilihat di bahasan “Tips Bagasi”). Jadi ga harus ngantri.

Setelah check in, kita bisa bayar bea pajak bandara (bagi yang tidak mendapatkan bebas bea). Counter pembayaran pajak bandara terletak dekat counter check in.

Setelah selsei pembayaran pajak, kita akan mendapatkan tanda bukti pembayaran dan mohon dijaga dengan baik karena akan diperiksa oleh petugas Pajak bandara pada saat mau take off. Setelah semuanya selesei, sambil menunggu keberangkatan, bisa jalan2 dulu dan melepas rindu dengan keluarga sebelum berpisah :)

Dari Anggota, Organisasi, Panduan »

[8 Apr 2006 | No Comment | ]

Ada beberapa barang-barang penting yang harus dibawa ke Groningen, Belanda dari Indonesia:
1. Dokumen-dokumen penting yang akan digunakan dalam pengurusan Residence Permit (Verblijft), Lapor Diri, dan Lapor Perpindahan Alamat: Akte Lahir (alangkah baiknya yang sudah disahkan oleh Kedutaan Belanda dan diterjemahkan oleh Penerjemah Tersumpah yang diakui oleh Kedutaan Belanda), Passport, Surat Nikah (yang sudah menikah). Selain Admission Letter atau Acceptance Letter dari Universitas Groningen atau Hanze Hogeschool dan Surat penerimaan beasiswa (bagi yang mendapatkan beasiswa) perlu juga untuk dibawa.
2. Makanan untuk hari-hari pertama kedatangan di Groningen: Mie instan, bumbu2, kopi, beras secukupnya, dan lauk-pauk apabila diperlukan (perlu diingat di Bandara Schipol biasanya terdapat pengecekan barang-barang; biasanya makanan yang megandung daging akan diambil oleh petugas Bandara; alternatifnya pinter-pinter aja ngeles (kasarnya boong dikit) bahwa makanan tersebut ga mengandung daging supaya ga ada satu makanan pun yang diambil; so silakan ber-les ria).

Organisasi, Panduan »

[3 Apr 2006 | No Comment | ]

Untuk lebih jelasnya, silakan buka website di bawah ini:
www.nec.or.id

Organisasi, Panduan »

[28 Mar 2006 | No Comment | ]

Semua mahasiswa baru akan berhadapan dengan Kantor Imigrasi (Gementee) dalam mengurusi masalah Residence Permit (Verblijfs). Secepatnya setelah sampai di Groningen, setiap mahasiswa harus datang ke Gementee untuk melaporkan kedatangannya (lapor diri) sekaligus mengurus masalah Verblijfs. Dalam proses pengurusan tersebut, pihak Gementee biasanya meminta setiap mahasiswa untuk menunjukan akte kelahiran yang asli (yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan disahkan oleh pihak kedutaan Belanda di Jakarta). Namun ada juga beberapa staff Gementee yang tidak meminta sama sekali akte asli versi terjemahan tersebut. Selain itu dalam proses pengurusan Verblijfs juga, setiap mahasiswa diharuskan membayar sebesar 188 Euro pada saat itu juga. Namun lagi-lagi ada beberapa staff Gementee yang memberikan izin untuk menunda pembayaran (in case uang tidak cukup atau tidak punya sama sekali). Untuk berjaga-jaga (mengingat semua proses di Gementee bisa dibilang sedikit ribet dan tidak bisa ditebak), maka sangat dianjurkan untuk membawa Akte Kelahiran asli yang sudah diterjemahkan dan disahkan oleh pihak Kedutaan dari Indonesia dan membayar 188 euro tersebut pada saat pengurusan. Selain itu, sejumlah foto akan diminta. Ada beberapa foto yang dibawa dari Indonesia tidak sesuai dengan ketentuan Gementee (dan itu pun tahunya setelah 1-2 bulan berlalu). Dan hal ini tentu saja sedikit menghambat proses mendapatkan Verblijfts. Oleh karena itu, tidak ada salahnya foto yang akan diberikan ke pihak Gementee pada saat pengurusan Verblijfs adalah foto yang langsung dibuat di Groningen.

Panduan »

[15 Mar 2006 | No Comment | ]


Bagi rekan-rekan Muslim yang berniat untuk melaksanakan ibadah di mesjid, jangan khawatir karena di Groningen terdapat dua buah mesjid. Yang pertama mesjid Maroko Selwerd dan yang kedua Mesjid Turki. Memang jumlahnya sangat sedikit sekali tidak seperti di Indonesia. Namun dengan jumlah sedikit tersebut diharapkan dapat memotivasi rekan-rekan Muslim semuanya untuk berkunjung dan beribadah di kedua mesjid tersebut.



Klik untuk melihat gambar peta dengan tampilan 100%.

Seperti mesjid-mesjid lainnya, mesjid Maroko Selwerd terbuka untuk umum tanpa mengenal ras dan status sosial. Setiap harinya cukup banyak pengunjung yang datang ke mesjid Maroko Selwerd untuk beribadah. Pada hari Jumat jumlah pengunjung semakin banyak berkaitan dengan ibadah solat jumat.

<