Di Belanda jumlah imigran dari Turki, Marokko dan orang-orang yang berasal dari Suriname cukup tinggi, dan menyebabkan banyak makanan dan bahan makanan dari negara-negara tersebut. Avondwinkel (night shops) yang menjual produk-produk Turki dan Marokko banyak di sekitar centrum (Poelestraat, Ebbingestraat). Avondwinkel ini juga bisa menjadi tempat belanja dadakan di malam hari serta hari Minggu di saat supermarket biasa tutup, walau benda yang tersedia tidak sebanyak di supermarket biasa.
Kalau ingin mencoba masak atau mencicipi makanan dari Africa Utara (Marokko, Tunisia, Aljazair, Mesir) dan daerah Mediterranean …
Bagi yang baru datang beberapa bulan ini di Groningen dan sedang/mulai beradaptasi, selamat datang! You’ll love this town. Bagi yang sudah lama di Groningen, well, hello! Jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan untuk eksplorasi Belanda/Eropa,bukan saja dari segi jalan-jalan tapi juga dari segi makanan. Eksplorasi makanan juga merupakan cara mengenal budaya lain – sebuah alternatif cara eksplorasi yang menyenangkan, mengenyangkan, dan lebih murah daripada jalan-jalan. Dan di Groningen terdapat banyak cara untuk eksplorasi makanan.
Di posting ini dan posting-posting berikutnya saya ingin share beberapa hal yang berkaitan …
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen
Pernyataan Sikap Terhadap Program Studi Banding BEM-DIKTI
Tanggal 12 November 2009
Memperhatikan:
Aspirasi yang disampaikan Pelajar –Pelajar Indonesia di Groningen menanggapi rencana Studi Banding Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia ke Belanda yang disponsori oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional,
Menimbang:
• Bahwa Perhimpunan Pelajar Indonesia adalah merupakan sebuah himpunan yang tidak harus selalu memiliki satu suara.
• Tercetusnya dua usulan, yaitu menolak tegas (11%) dan menerima dengan catatan (89%)
Argumen Menolak tegas didasarkan pada alasan:
Nyaris sebanyak 80 mahasiswa Indonesia di Groningen, Belanda, memperingati pengesahan Batik oleh Badan PBB untuk Pendidikan, Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya (cultural heritage) Indonesia, pada 2 Oktober. Para mahasiswa yang terdiri dari berbagai strata dan jurusan di University of Groningen dan Hanze University Groningen itu memulai acara di depan gedung rektorat University of Groningen atau lazim disebut Academiegebouw pada pukul 17.00 waktu setempat (22.00 WIB).
Saat itu, mereka yang berdatangan dengan memakai Batik buatan berbagai daerah di Nusantara, sejenak mengheningkan …
Ketua: Christina Avanti
Wakil Ketua: Widyoseno Estitoyo M
Sekretaris: Tarasinta Perwitasari
Bendahara: Robby Roswanda
Humas: Inez Taniwangsa
Web Admin: Rahmad Mahendra
Koordinator Acara
Lapor Diri : Fajar Budi Prasetyo
Diskusi Umum : Wahono
Groens Cup : Pandji Triadyaksa
Indonesian Dinner : Raja Sharah & Safir Soeparana
Koordinator Kegiatan
Diskusi Ilmiah : Aditya Hernowo
Sepak Bola : Gumala Warman
Bulutangkis : Syarif Riyadi
Tenis Meja : Kadek D Sutrisna
Bola Basket : Rizky Ichsan