Home » Archive

Artikel dengan tag: Artikel

Artikel, Headline »

[18 Aug 2010 | No Comment | ]
Diskusi 17 Agustus 2010

G una menyambut HUT ke-65 kemerdekaan Indonesia, sekitar 80 mahasiswa Indonesia di Kota Groningen dan para diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kerajaan Belanda menghadiri diskusi mengenai nasionalisme dan kemerdekaan, Selasa (17/8) waktu setempat.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya nasionalisme dan peran kaum terpelajar untuk membangun Indonesia.
“Hendaknya para mahasiswa di …

Agenda, Artikel, Featured »

[30 May 2010 | No Comment | ]
Pertarungan di Utara Belanda, Terbesar di Eropa Barat

Seraya menggendong tas penuh berisi peralatan olahraga dan pakaian secukupnya, Darsono dan 16 pemuda lainnya bertolak dari Stasiun Eindhoven, Belanda. Suhu 13 derajat celsius pada pukul 7 pagi, tidak menyurutkan langkah mereka menuju Groningen, sebuah kota di utara Belanda sejauh 3 jam perjalanan menumpang kereta dari Eindhoven.
Darsono dan rekan-rekannya merupakan mahasiswa Universitas Teknik Eindhoven. Bersama sekitar 400 mahasiswa asal Indonesia lainnya yang tersebar di 11 kota di Belanda, mereka berkumpul di ACLO Sport Centre, Groningen, pada Sabtu (22/5) hingga Minggu (23/5) untuk ikut ambil bagian dalam turnamen olahraga mahasiswa Indonesia …

Agenda »

[20 Apr 2010 | No Comment | ]
Website PPI Groningen hadir kembali

Setelah sekian lama sempat menghilang dari dunia maya, website PPI Groningen kembali aktif menyapa para anggota PPI Groningen. Banyaknya kritik dari kawan-kawan disini dan yang hendak datang ke Groningen, membuat Pengurus PPI Groningen menjadi terpanggil untuk menuntaskan janji kami untuk menghidupkan kembali website yang sempat bisu selama 2 tahun lebih ini.
Untuk terus mengaktifkan website ini, maka setiap Laporan Pandangan Mata akan terus diunggah ke website ini. Begitu pula dengan persiapan kegiatan-kegiatan PPI Groningen yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Selain itu pula, profil masyarakat Groningen akan kami ulas agar kawan-kawan …

Artikel »

[13 Jul 2007 | No Comment | ]

Lipuatan GroensCup2007 oleh koran Hanze

Dari Anggota »

[14 Sep 2006 | No Comment | ]

Palmira P Bachtiar

Era globalisasi yang serba kompetitif menuntut dunia usaha memberi lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berkarya. Pasar tenaga kerja, khususnya di kota-kota besar, makin diramaikan partisipasi perempuan.

Perempuan mulai mengejar ketinggalan, terbukti dari meningkatnya sarjana perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi, bisnis, dan manajemen. Bukan itu saja, perempuan juga sudah menjadi konsumen utama berbagai produk konsumtif. Produk yang dulu hanya dikonsumsi laki-laki (motor, mobil) dan produk investasi (rumah, apartemen) sekarang dapat dibeli perempuan.

Jadi, perempuan adalah aset perusahaan sekaligus pangsa pasar yang diincar. Pertanyaan mendasar, apakah perusahaan memberi kesempatan perempuan meniti kariernya sampai ke puncak tertinggi? Dapatkah mereka duduk di jajaran pengambil keputusan seperti direksi dan komisaris?

Dari Anggota »

[28 Aug 2006 | No Comment | ]

Harry Seldadyo

Diskusi lama tentang pertumbuhan dan kemiskinan dikuak kembali. Ini bermula dari pidato kenegaraan Presiden Yudhoyono di DPR tanggal 16 Agustus lalu yang menyebut penurunan kemiskinan dari 23,4 persen (1999) menjadi 16 persen (2005).

Kepada pers, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menegaskan kemiskinan pasti turun jika pertumbuhan semakin baik (Kompas, 19/8/2006). Namun, sejumlah pengamat meragukannya. Pasalnya, 16 persen bukanlah angka terbaru pascakenaikan harga BBM. Selain itu, angka pembanding lain, yaitu penerima BLT dan raskin, justru menunjukkan bahwa kemiskinan tak menyusut. Jadi, pertumbuhan 5-6 persen belakangan ini tak punya dampak serius bagi penciutan angka kemiskinan.

Dari Anggota »

[15 Aug 2006 | No Comment | ]

The Jakarta Post, 4 July 2006
by Yuli Tri Suwarni

Discovering an affordable and cleaner burning alternative energy source has long been the dream of industrial chemical engineer Robert Manurung.

Inspired by the difficulty of finding firewood in his hometown in North Sumatra, the 50-year-old native of North Tapanuli set out to find a cheaper energy source.

In the next six months, the Bandung Institute of Technology expert just might realize his dream. Oil produced by the castor-oil plant, known locally as pohon jarak (Jatropha curcas L), which Manurung has been studying for sometime, will on a trial basis replace diesel oil to generate electricity in East Nusa Tenggara.

His discovery, called Jatropha oil, was greeted with pessimism by several colleagues at the institute, some of whom said “it was nothing new”.

Profil »

[15 Aug 2006 | No Comment | ]

Jakarta Post, August 06, 2006
T. Sima Gunawan, Contributor, Jakarta

There is good news and bad news about research development in Indonesia. First, the bad news is that Indonesia often lags behind other countries. And now, the good news: An Indonesian researcher has applied pure jatropha oil as an alternative bio-diesel fuel.

The oil, which is produced from castor oil plants or Jatropha curcas, locally known as jarak pagar, is environmentally friendly and cheaper than fossil fuel, thanks to the hard work of Robert Manurung and his team at the Biotechnology Research Center, Bandung Institute of Technology (ITB).

“In research development, we are lagging behind other countries because we are often more content to follow rather than to become a leader or innovator,” lamented Manurung, 52.

While other scientists use methanol in processing jatropha oil, Manurung was determined to transform the oil into diesel fuel without adding any additional substance — and he succeeded.

<