<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PPI Groningen &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.ppigroningen.nl/wp/tag/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ppigroningen.nl/wp</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 09:34:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pernyataan Sikap PPI-G terhadap Kunjungan BEM-SI</title>
		<link>http://www.ppigroningen.nl/wp/2009/11/07/pernyataan-sikap-ppi-g-terhadap-kunjungan-bem-si/</link>
		<comments>http://www.ppigroningen.nl/wp/2009/11/07/pernyataan-sikap-ppi-g-terhadap-kunjungan-bem-si/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 21:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPIG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppigroningen.nl/wp/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen
Pernyataan Sikap Terhadap Program Studi Banding BEM-DIKTI
Tanggal 12 November 2009
Memperhatikan:
Aspirasi yang disampaikan Pelajar –Pelajar Indonesia di Groningen menanggapi rencana Studi Banding Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia ke Belanda yang disponsori oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional,
Menimbang:
•	Bahwa Perhimpunan Pelajar Indonesia adalah merupakan sebuah himpunan yang tidak harus selalu memiliki satu suara.
•	Tercetusnya dua usulan,  yaitu  menolak tegas (11%) dan menerima dengan catatan (89%)
Argumen Menolak tegas didasarkan pada alasan:
1.	Penggunaan uang rakyat yang tidak ada manfaat timbal baliknya bagi kesejahteraan rakyat
2.	Alasan tujuan studi banding ini terkesan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child " style="text-align: center;"><strong><a href="http://www.ppigroningen.nl/wp/wp-content/uploads/2009/11/2776409405_ba27614a27_m.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-727" title="2776409405_ba27614a27_m" src="http://www.ppigroningen.nl/wp/wp-content/uploads/2009/11/2776409405_ba27614a27_m.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a><span title="P" class="cap"><span>P</span></span>erhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pernyataan Sikap Terhadap Program Studi Banding BEM-DIKTI<br />
Tanggal 12 November 2009</strong></p>
<p><strong>Memperhatikan:</strong><br />
Aspirasi yang disampaikan Pelajar –Pelajar Indonesia di Groningen menanggapi rencana Studi Banding Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia ke Belanda yang disponsori oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional,</p>
<p><strong>Menimbang:</strong><br />
•	Bahwa Perhimpunan Pelajar Indonesia adalah merupakan sebuah himpunan yang tidak harus selalu memiliki satu suara.<br />
•	Tercetusnya dua usulan,  yaitu  menolak tegas (11%) dan menerima dengan catatan (89%)</p>
<p>Argumen <strong>Menolak tegas</strong> didasarkan pada alasan:<span id="more-280"></span></p>
<p>1.	Penggunaan uang rakyat yang tidak ada manfaat timbal baliknya bagi kesejahteraan rakyat<br />
2.	Alasan tujuan studi banding ini terkesan klise, tidak relevan dengan upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia menuju World Class University<br />
3.	Kurang tercerminnya tanggung jawab moral, nation-in-crisis di saat keadaan Indonesia yang baru saja mengalami bencana alam dan masih banyaknya masalah sosial yang belum dapat ditanggulangi.<br />
4.	PPIG tidak ingin dilibatkan secara moral maupun material dalam studi banding yang kontroversial ini.</p>
<p>Argumen <strong>Menerima dengan catatan</strong>, didasarkan pada alasan:</p>
<p>1.	Praduga tak bersalah, fakta penghabisan dana anggaran pemerintah di bidang pendidikan belum dapat dibuktikan dengan kuat. Di sisi lain, tujuan program ini baik dan konstruktif.<br />
2.	Keberangkatan BEM se-Indonesia ke Belanda ini tidak dapat terelakkan lagi, semua persyaratan keberangkatan sudah dipenuhi. Sikap penolakan PPIG tidak akan menyebabkan batalnya keberangkatan BEM se-Indonesia ke Belanda.<br />
3.	Menerima kunjungan BEM se-Indonesia dan DIKTI adalah kesempatan untuk memberikan masukan dan saran terhadap studi banding ini. Sehingga DIKTI dapat melakukan evaluasi atas program ini di masa mendatang.<br />
4.	Harapan bahwa kunjungan ini akan memberikan nilai positif kepada para mahasiswa, salah satunya adalah memberikan motivasi untuk melanjutkan kuliah ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi di kemudian hari.</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>Pada prinsipnya, usulan untuk menolak studi banding didasarkan kepada ketidakjelasan program ini dalam hal relevansi tujuan, signifikansi studi banding bagi perguruan tinggi di Indonesia, dan pemanfaatan dana yang digunakan dalam studi banding ini. PPI-G berharap mendapatkan jawaban atas berbagai ketidakjelasan melalui diskusi dengan wakil dari Ditjen DIKTI selaku pengambil kebijakan sekaligus memberikan sumbang saran untuk perbaikan dalam merencanakan program serupa di kemudian hari.</p>
<p>Dari kesimpulan tersebut di atas, dengan ini</p>
<p><strong>Memutuskan</strong>:</p>
<p>PPI-G menyatakan sikap <strong>menerima</strong> kunjungan studi banding BEM se-Indonesia dan pendamping dari Ditjen DIKTI <strong>dengan catatan</strong>:</p>
<p>1.	Rombongan studi banding melakukan kegiatan sesuai parameter tujuannya di Groningen.<br />
2.	Meminta DIKTI dan BEM se-Indonesia memberikan penjelasan lisan dalam diskusi dengan PPIG dan penjelasan tertulis di media massa perihal kunjungannya yang mencakup uraian kerja, tujuan, justifikasi, dan indikator keberhasilan program.<br />
3.	PPI-G mendapatkan salinan laporan pertanggung jawaban tertulis kunjungan BEM se-Indonesia.</p>
<p>Demikian pernyataan sikap PPI-G terhadap studi banding BEM se-Indonesia dan DIKTI.</p>
<p style="text-align: center;">Groningen, 6 November 2009</p>
<p style="text-align: center;">Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen (PPI-G)</p>
<p style="text-align: left;"><em>Foto diambil dari <a href="http://www.flickr.com/photos/hryckowian/2776409405/sizes/s/">Flickr</a> dengan lisensi CreativeCommons</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppigroningen.nl/wp/2009/11/07/pernyataan-sikap-ppi-g-terhadap-kunjungan-bem-si/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Mahasiswa Indonesia Peringati Pengesahan Batik oleh UNESCO</title>
		<link>http://www.ppigroningen.nl/wp/2009/10/10/komunitas-mahasiswa-indonesia-peringati-pengesahan-batik-oleh-unesco/</link>
		<comments>http://www.ppigroningen.nl/wp/2009/10/10/komunitas-mahasiswa-indonesia-peringati-pengesahan-batik-oleh-unesco/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 11:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggota</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppigroningen.nl/wp/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Nyaris sebanyak 80 mahasiswa Indonesia di Groningen, Belanda,  memperingati pengesahan Batik oleh Badan PBB untuk Pendidikan,  Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya (cultural  heritage) Indonesia, pada 2 Oktober. Para mahasiswa yang terdiri dari  berbagai strata dan jurusan di University of Groningen dan Hanze  University Groningen itu memulai acara di depan gedung rektorat  University of Groningen atau lazim disebut Academiegebouw pada pukul  17.00 waktu setempat (22.00 WIB).
Saat itu, mereka yang berdatangan  dengan memakai Batik buatan berbagai daerah di Nusantara, sejenak  mengheningkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child "><a href="http://www.ppigroningen.nl/wp/wp-content/uploads/2010/04/Batik-Day.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-632" title="Batik Day" src="http://www.ppigroningen.nl/wp/wp-content/uploads/2010/04/Batik-Day-300x291.jpg" alt="" width="300" height="291" /></a><span title="N" class="cap"><span>N</span></span>yaris sebanyak 80 mahasiswa Indonesia di Groningen, Belanda,  memperingati pengesahan Batik oleh Badan PBB untuk Pendidikan,  Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya (cultural  heritage) Indonesia, pada 2 Oktober. Para mahasiswa yang terdiri dari  berbagai strata dan jurusan di University of Groningen dan Hanze  University Groningen itu memulai acara di depan gedung rektorat  University of Groningen atau lazim disebut Academiegebouw pada pukul  17.00 waktu setempat (22.00 WIB).</p>
<p>Saat itu, mereka yang berdatangan  dengan memakai Batik buatan berbagai daerah di Nusantara, sejenak  mengheningkan cipta bagi korban gempa bumi di Sumatra Barat. Sesaat  kemudian, mereka berjalan ke Grote Markt di pusat kota Groningen yang  berjarak 600 meter. Walau suhu udara saat itu mencapai sembilan derajat  Celsius, para mahasiswa tetap bersemangat seraya membawa bendera merah  putih dan peta Indonesia bermotif Batik.</p>
<p>Aksi para mahasiswa yang  tergabung ke dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen (PPI G)  kontan mengundang perhatian warga setempat. Sejumlah warga pun sejenak  menghentikan langkah mereka untuk memperhatikan acara tersebut. Bahkan,  beberapa di antara mereka tidak segan untuk bergabung dengan pawai  sederhana itu, saat mengetahui para mahasiswa sedang memperingati  pengesahan Batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO.</p>
<p>Kepada Media Indonesia, salah seorang warga bernama Baart  Zwarts mengaku terkesan. &#8220;Saya tertarik oleh kepedulian mahasiswa  Indonesia akan kebudayaan mereka. Saya pikir itu mencerminkan sikap  nasionalisme mereka. Sebab, siapa lagi yang perduli dengan warisan  kebudayaan Indonesia jika bukan warga Indonesia itu sendiri,&#8221; papar  Baart.</p>
<p>UNESCO secara resmi mengesahkan Batik sebagai milik Indonesia  dalam pertemuan mereka di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 2 Oktober.  Sebelumnya, badan tersebut menyetujui Batik sebagai warisan budaya  Indonesia pada 29 September. Tindakan itu disambut gembira oleh rakyat  Indonesia di berbagai belahan dunia dengan memakai Batik.</p>
<p>Sumber : Media Indonesia</p>
<p><a href="http://www.ppigroningen.nl/wp/wp-content/uploads/2010/06/Picture-1.png"><img class="alignleft size-full wp-image-1014" title="Jerome Wirawan" src="http://www.ppigroningen.nl/wp/wp-content/uploads/2010/06/Picture-1.png" alt="" width="68" height="74" /></a>Kontributor</p>
<p><strong>Jerome Wirawan</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppigroningen.nl/wp/2009/10/10/komunitas-mahasiswa-indonesia-peringati-pengesahan-batik-oleh-unesco/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

