Artikel dengan tag: Budaya
Agenda »
Setelah sukses menyelenggarakan Indonesian Dinner 29 November 2009 silam, kali ini PPIG bekerjasama dengan ESN mengadakan Indonesian Dinner part 2 kemarin siang di de Smidse. Sebelum hari-H tiket sudah terjual habis di markas ESN sebanyak 48 tiket dan bahkan beberapa masih mencoba untuk membeli tiket on the spot
Para tamu mulai berdatangan mulai pukul 17.00 dan langsung diterima oleh Aditya Hernowo (yang kebetulan hari itu dia juga berulang-tahun), dan setiap tamu dihadiahi dompet batik secara cuma-cuma oleh Adhi Wibawa. Dompet batik ini diterima sangat antusias oleh para tamu internasional yang membayar …
Agenda, Artikel »
Nyaris sebanyak 80 mahasiswa Indonesia di Groningen, Belanda, memperingati pengesahan Batik oleh Badan PBB untuk Pendidikan, Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya (cultural heritage) Indonesia, pada 2 Oktober. Para mahasiswa yang terdiri dari berbagai strata dan jurusan di University of Groningen dan Hanze University Groningen itu memulai acara di depan gedung rektorat University of Groningen atau lazim disebut Academiegebouw pada pukul 17.00 waktu setempat (22.00 WIB).
Saat itu, mereka yang berdatangan dengan memakai Batik buatan berbagai daerah di Nusantara, sejenak mengheningkan …
Ceritaku »
Hanya sedikit kota besar di Belanda yang disebut-sebut memiliki denyut kehidupan tanpa henti, selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Groningen dan tentu saja Amsterdam adalah dua di antaranya.
Namun, tidak satupun kota tersebut yang bisa dibandingkan dengan Jakarta dalam hal tak pernah tidur. Jakarta mampu mempertahankan vitalitas kehidupan di malam hari pada tingkat yang hampir setara dengan siang hari.
Lalu di mana sebenarnya perbedaannya? Julukan kota yang tak pernah tidur disandang Groningen karena maraknya kehidupan bar di malam hari. Ketika toko-toko, departement …
Ceritaku »
Dulu, saya selalu bilang bahwa saya gak akan bisa tinggal di kota lain di dunia ini yg lebih kecil dari Jakarta. Pekerjaan saya di kantor yang dulu, mewajibkan saya untuk keliling ke berbagai kota di Indonesia, mulai dari Tegal sampai Manado, dari Pekanbaru sampai Lombok, dan saya selalu homesick. Tiga-empat hari tinggal di kota2 itu sudah bikin saya gak betah, pengen pulang ke semrawut dan hiruk pikuknya Jakarta, yg selalu (dan semakin) macet. Kecintaan saya yang begitu besar pada Jakarta juga yang jadi …
Organisasi »
Pengurus PPI Groningen 2006/2007 bersama Wings-ESN telah mengadakan acara Indonesian Dinner and Cultural Evening untuk international students di Groningen pada tanggal 18 Maret 2007 pukul 17.00 – 20.00 CET di GSp Building. Rupanya para international students ini sangat antusias dengan acara ini (semoga bukan karena aneka musibah yang menghiasi media tentang Indonesia akhir2 ini).
Sejak seminggu yang lalu 40 tiket-nya sudah sold out (kapasitas normal GSP building memang cuma 40 orang). Bahkan akhirnya dibuka 10 tiket tambahan untuk pendaftar on-the-spot. Walaupun cuaca kurang bersahabat dengan angin kencang dan hagelen (hujan es), tamu international students yang datang ternyata membludak sampe 54 orang. Di dalam acara ini ada presentasi tentang Indonesia, performance tari Piring dari Sumatera Barat, live singing dan menari Poco-Poco bersama para international students.

Hanze University of Applied Sciences
KBRI Den Haag
PPI Belanda
University of Groningen