Artikel dengan tag: PPI Belanda
Agenda »
Dari Utara ke Selatan, bersiap raih medali Groenscup
Perhelatan bulu tangkis akbar bagi orang Indonesia kembali digelar di Maastricht 10-11 April silam. Groningen, yang dikenal dengan pelajar Indonesia yang ramai lancar, mengirimkan tidak hanya satu, namun dua kontingen sekaligus.
Menghadapi tim-tim yang memiliki kemampuan lebih superior tidak membuat perwakilan Groningen gentar.
Perlu dicatat bahwa Maastricht Cup kali ini diikuti oleh pebulutangkis yang pernah tampil di ajang Denmark Open Super Series dan Norwegian International Championship.
Adalah Fajar, Sigit / Adji dan Iswandi / Iging di tim A yang menjajal kelihaian Libero, mantan pemain pelatnas …
Agenda »
Dear rekan-rekan PPI Groningen,
Para atlet bulutangkis kita akan berlaga menghadapi Maastricht Cup 2010, tanggal 10-11 April 2010 nanti.
Kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk memberikan dukungan kepada dua tim yang akan diberangkatkan.
Informasi selengkapnya tentang Maastricht Cup 2010 dapat diunduh di sini
Inilah mereka yang akan membawa nama Groningen:
Manager: Pak Makmur
Tim A : Syarif Riyadi a.k.a. Iging, M. Sigit Andirahman, Fajar Budi Prasetyo, Adji Kusworo, Iswandi Basri
Tim B: Hendi Handian Rahmat, Fanny Lintong, Wisnu Ardianto, Novian Darajat, Muhamad Insanu.
Mohon dukungan dari kawan-kawan ya!
Foto diambil dari flickr dengan lisensi CreativeCommons
Organisasi »
Menyikapi Perjalanan Dinas DPRD Jawa Timur Ke Belanda untuk Menentukan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur
PPI Belanda kembali menyatakan kerisauan dan keprihatinan atas perjalanan dinas anggota Komisi A DPRD Jawa Timur ke Belanda untuk meneliti Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Penentuan hari jadi ini telah tertuang dalam RAPERDA.
Pada hari Senin, 9 Juli 2007, sekitar pukul 14.00 waktu setempat, rombongan Komisi A DPRD Jawa Timur tiba di Institut Belanda untuk Studi Asia Tenggara dan Karibia (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde/KITLV), Leiden. Pertemuan rombongan dengan pihak KITLV difasilitasi oleh Harry A. Poeze, direktur penerbitan KITLV. Ketika menerima rombongan, Harry sudah siap dengan arsip-arsip yang menyatakan reorganisasi Pemerintah Hindia Belanda termasuk Provinsi Jawa Timur. Meskipun begitu, beliau juga menambahkan bahwa agak sulit untuk mengumpulkan data secara komprehensif apabila pihak KITLV baru diberitahu 1 jam sebelum kedatangan rombongan. Setelah terjadi diskusi antara Harry Poeze dengan rombongan, KITLV berjanji untuk mengirimkan bahan tambahan.
